HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP RENCANA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN LOKA WATURU DI DESA WATURU KECAMATAN NIRUNMAS KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR
Keywords:
Sosial Budaya, Objek Wisata Air TerjunAbstract
Tujuan untuk dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi pengembangan air terjun sebagai wisata alam sehingga membutuhkan strategi yang baik guna mengembangkan Objek wisata air terjun Loka Waturu di desa Waturu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan dengan mempertimbangkan keberlanjutan aspek sosial budaya yang memiliki potensi besar guna dijadikan sebagai sektor pariwisata alam yang dikelola oleh pemerintah desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat guna meningkatkan pendapatan asli desa dan berdampak pada ekonomi masyarakat secara berkelanjutan sehingga dalam penelitian ini lebih melihat pada aspek sosial budaya sebagai potensi dalam meningkatkan pariwisata air terjun loka tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa waturu memiliki potensi pariwisata alam yang menjanjikan sehingga memerlukan strategi pengembangan pariwisata air terjun loka guna meningkatkan daya tarik wisatawan lokal dalam melakukan kunjungan ke lokasi wisata air terjun loka tersebut maka membutuhkan konsep promosi yang baik lewat pembangunan infrastruktur pariwisata yang memadai sehingga mendorong sektor ekonomi masyarakat desa dalam pengelolaan pariwisata alam air terjun loka menjadi destinasi pariwisata desa waturu tersebut dalam meningkatkan daya saing pariwisata dengan desa-desa lain. Kemajuan sektor pariwisata alam harus mempertimbangkan hubungan sosial budaya masyarakat dengan penampilan adat dan budaya sebagai simbol dalam menarik minat wisatawan lokal karena adat dan budaya menjadi daya tarik tersendiri
Downloads
References
A.J. Muljadi. (2012). Kepariwisataan dan Perjalanan. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D. Alfabet.
Aref, F., & Redzuan, M. (2018). Peran faktor sosial dan budaya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan: Studi kasus Pulau Langkawi, Malaysia. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 26(12), 2084-2102.
Kim, K., Uysal, M., & Sirgy, M. J. (2013). Bagaimana pariwisata dalam sebuah komunitas mempengaruhi kualitas hidup penduduk komunitas? Manajemen Pariwisata, 36, 527-540.
Nunkoo, R., & Ramkissoon, H. (2011). Mengembangkan model dukungan masyarakat untuk pariwisata. Annals of Tourism Research, 38(3), 964-988.
Nuryanti, Wiwik & Prihatiningsih, Endang Sri. (2017). Perencanaan Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Logending di Kabupaten Jember Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona Budaya Indonesia Vol 2 No 3.
Wibowo, Agus & Suyanto.(2018). Analisis Hubungan Sosial Budaya Masyarakat dengan Pengelolaan Wisata Alam Air Terjun Coban Rondo Kota Batu. Journal of Tourism and Hospitality Management Vol 6 No 1.
Nurwahidah dan Kurniawan Yulianto. (2020). Studi Etnografi Masyarakat Sekitar Objek Wisata Air Terjun Tretes: Implikasi pada Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya vol 9 no 1.
Suharyanto, Dedi & Pujiono, Bambang. (2014). Analisis Daya Tarik Wisata Air Terjun Sri Gethuk Berdasarkan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Sekitar. Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12 No 2.
Susilowati, Rini & Hidayatullah, Muhammad Taufiq. (2015). Pengaruh Faktor Ekonomi dan Sosial Budaya Terhadap Keberlanjutan Objek Wisata Air Terjun Sendang Gile Lombok Utara.Journal of Management and Business Sustainability Vol2 No3.
Ramadhaningtyas, Ayu & Prabowo,Budi.(2019).Analisis Hubungan Aspek Budaya Lokal dengan Perencanaan Pembangunan Obyek Wisata Air Terjun di Kabupaten Bogor.Proceedings Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika (SNTEI) 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Petrus E Lelmalay, Andreas J Watkaat, Mihel Tuatfaru (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










